Ijlal Aprilijar S.
Membangun solusi digital yang elegan, scalable, dan bermakna.
Dari baris kode pertama hingga produk yang dipakai jutaan orang.
Siapa Ijlal?

Halo! Saya Ijlal Aprilijar S., seorang Full Stack Developer dengan passion mendalam terhadap teknologi dan pembuatan produk digital yang berdampak nyata.
Perjalanan saya di dunia programming dimulai sejak bangku kuliah, dimana saya menemukan bahwa kode bukan hanya sekadar instruksi — melainkan seni untuk menyelesaikan masalah nyata dengan elegan.
Saya percaya bahwa kode yang baik adalah yang mudah dibaca, maintainable, dan scalable. Lebih dari sekadar membuatnya berjalan, saya memastikan ia berjalan dengan benar.
Di luar layar, saya gemar mengeksplor kafe-kafe baru, membaca buku teknologi, dan tentu saja — menciptakan sesuatu yang bermakna.
// data_pribadi.json
Any fool can write code that a computer can understand. Good programmers write code that humans can understand.
— Martin Fowler
Tech Stack Saya
Frontend
Backend
Database & Cloud
Tools & DevOps
// semua teknologi yang pernah saya gunakan
Karya-Karya Saya
Beberapa proyek yang pernah saya bangun — dari side project personal hingga produk yang digunakan di dunia nyata.
POS APS
Aplikasi Point of Sale untuk rumah makan Ayam Penyet Sidoarjo. Dilengkapi fitur manajemen menu, kasir, laporan penjualan harian/bulanan, dan manajemen stok bahan baku.
Lantue.Id
Platform LMS (Learning Management System) untuk mahasiswa Teknik Industri. Menyediakan modul kuliah, quiz, pengumpulan tugas, dan forum diskusi antar mahasiswa.
SI-EMIL
Sistem Informasi Edukasi Ibu Hamil — platform digital untuk monitoring kehamilan, edukasi kesehatan ibu dan janin, serta konsultasi dengan tenaga medis.
Kliniscare
Aplikasi Rekam Medis Elektronik (RME) untuk rumah sakit dan puskesmas. Mengelola data pasien, riwayat kunjungan, resep, dan laporan medis secara terpadu.
Codemix App
Aplikasi perhitungan dan pembagian jasa serta remunerisasi tenaga medis. Membantu manajemen RS dalam menghitung insentif dokter dan staf secara otomatis dan transparan.
Landing Pages — Sribu.id
Berbagai proyek landing page untuk klien dari platform freelance Sribu.id. Mulai dari company profile, produk, hingga campaign marketing dengan desain modern dan responsif.
Liputan RSUD Langsa
Dokumentasi kegiatan operasional dan layanan medis RSUD Langsa. Meliputi videografi dengan stabilizer gimbal, fotografi kegiatan, serta konten edukasi kesehatan untuk publikasi rumah sakit.
Event & Dokumentasi Institusional
Fotografi dan videografi berbagai event institusional. Mengabadikan momen penting dengan kamera DSLR, termasuk koordinasi dengan tim dan review langsung di lokasi.
Portrait & Commercial Photography
Fotografi portrait dan komersial untuk berbagai kebutuhan klien. Mulai dari foto profil profesional, dokumentasi produk, hingga konten visual untuk media sosial dan publikasi.
Perjalanan Karir
Kepala Unit IT & Kepala Humas
Memegang dua peran strategis sekaligus: memimpin Unit IT dalam pengelolaan infrastruktur dan sistem digital klinik, serta mengelola hubungan masyarakat dan komunikasi eksternal klinik.
Senior Programmer
Bekerja sebagai Senior Programmer di Divisi IT, bertanggung jawab dalam pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi internal perusahaan serta pengembangan produk software untuk klien.
Programmer
Program magang selama 3 bulan sebagai Programmer. Terlibat langsung dalam pengembangan produk digital perusahaan dan berkolaborasi dengan tim engineering.
Multimedia — Unit IT
Bergabung di Unit IT RSUD Langsa dalam bidang multimedia. Mengelola konten digital, dokumentasi visual, dan mendukung kebutuhan IT operasional rumah sakit.
Web Developer
Mengerjakan berbagai proyek freelance — dari landing page, company profile, hingga sistem informasi untuk UMKM dan instansi, termasuk proyek dari platform Sribu.id.
SEMOGA PORTOFOLIO INI
MENARIK BUAT ANDA
DAN DAPAT MEMBUAT ANDA
BERMINAT BERHUBUNGAN LEBIH LANJUT
DENGAN SAYA.
— dan ada satu hal lagi —
Tunggu, Jangan Di-Close
Dulu Tab Ini...
Selama ini Abang membangun banyak hal: aplikasi, sistem, produk — semuanya bisa diperbaiki kalau error.
Tapi ada satu bug yang sudah empat tahun tidak bisa Abang <fix />: perasaan.
Sudah dicoba restart. Sudah dicoba clear cache. Sudah dicoba pura-pura sibuk sama kerjaan. Hasilnya tetap sama — tidak hilang-hilang.
Jadi malam ini, dengan modal nekat dan sedikit keberanian,
Abang menyerah melawannya. Ini untuk...
kepada.nama = "
TASYA MIRZA
" // ya, Tasya yang itu ❤
Kenapa Harus Tasya?
Pertanyaan yang Abang tanyakan ke diri sendiri selama empat tahun.
Ini hasil akhirnya:

barang bukti nomor 1 🌹

senyum yang bikin Abang lupa syntax ✨

ini yang bikin Abang sering salah ketik 🙈

Comelnyaa ~ 👀
Empat Tahun, dan Belum Sembuh Juga
Kalau ini cuma kagum sesaat, harusnya sudah kedaluwarsa dari dulu. Ini sudah empat tahun di RSUD Langsa dan malah makin parah. Abang simpulkan: ini bukan bug, ini memang sudah fitur bawaan.
Karena Nunggu Itu Capek
Kata orang, 'kalau jodoh tidak akan kemana'. Tapi Abang takutnya keburu dijemput orang lain duluan, sementara Abang masih sibuk menyusun kalimat pembuka. Jadi ya sudah, Abang jemput sekarang saja.
Ini Bukan PDKT Iseng
Abang datang bukan untuk chat manis dua minggu lalu hilang tanpa kabar. Abang datang dengan rencana yang jelas: jadi pasangan dulu, lalu pertunangan, lalu insyaAllah pernikahan. Sudah ada peta jalannya.
Tasya Beda Sendiri
Dari sekian banyak orang, entah kenapa cuma Tasya yang bisa membuat Abang berhenti sejenak di tengah kerjaan yang menumpuk. Jujur, ini cukup mengganggu produktivitas — dan Abang tidak keberatan sama sekali.
Abang sadar ini agak berlebihan —
Orang lain menyatakan perasaan cukup lewat chat. Abang malah membuat website, dipasang animasi, lalu di-deploy ke server. Ya beginilah cara orang IT jatuh cinta. Maaf ya, Abang memang tidak bisa yang sederhana.
Sebenarnya Abang sudah latihan bicara langsung. Tapi setiap kali berhadapan dengan Tasya, semua kalimat yang sudah disusun rapi tiba-tiba hilang entah ke mana. Jadi Abang tulis saja di sini — di tempat Abang paling nyaman: di depan layar, dengan jari di atas keyboard.
Lagipula kita bukan orang asing. Hampir empat tahun satu tempat kerja di RSUD Langsa. Tasya mungkin sudah hafal muka Abang yang sedang bingung menatap layar komputer. Dan Abang... ya, Abang hafal cukup banyak hal tentang Tasya. Mungkin terlalu banyak.
Sekarang, izinkan Abang bicara dengan sungguh-sungguh.
Selama empat tahun itu, diam-diam ada perasaan yang tumbuh. Tapi jujur — Abang tidak pernah berani mengungkapkannya. Abang sering merasa minder dengan perbedaan ekonomi antara Abang dan Tasya. Rasanya, Abang belum pantas untuk datang dan menyatakan perasaan ini.
Maka diam-diam Abang berjuang. Sedikit demi sedikit, memantaskan diri. Dan sekarang — setelah semua perjuangan yang telah Abang lewati — Abang akhirnya bisa berdiri di sini dan berkata dengan yakin: Abang sudah bisa mengusahakan kebahagiaan Tasya.
Karena itu Abang tidak datang untuk berkenalan — Abang datang sebagai teman lama yang akhirnya memberanikan diri untuk jujur: Abang ingin kita melangkah ke jenjang yang lebih serius. Menjadi pasangan terlebih dahulu, lalu jika memang sejalan — menuju pertunangan dan pernikahan.
Dan ini bukan sekadar kata-kata. Jika Tasya mengizinkan, Abang siap bertemu langsung dengan Bunda dan Ayah — untuk memperkenalkan diri baik-baik, meminta izin, dan menyatakan keseriusan Abang di hadapan mereka.

Bunda dan Ayah — dua orang yang paling berhak tahu
tentang niat baik Abang.
Empat tahun cukup bagi Abang untuk mengenal siapa Tasya sebenarnya. Dan justru karena itu — ketika Abang bayangkan ada orang yang menyia-nyiakan Tasya, yang tidak bisa menghargai Tasya, yang tidak memperlakukan Tasya sebagaimana mestinya... jiwa Abang marah.
Tasya layak diperlakukan seperti ratu. Bukan sesekali, bukan ketika suasana hati sedang baik — tapi setiap hari, konsisten. Dan Abang ingin menjadi orang yang membuktikan itu kepada Tasya.
Abang ingin ada. Bukan hanya di momen-momen bahagia Tasya, tapi juga di hari-hari yang berat. Abang ingin jadi sandaran Tasya — tempat yang aman untuk Tasya pulang ketika dunia terasa terlalu keras.
Karena semua hal besar selalu dimulai dari langkah kecil yang berani.
Ijlal Aprilijar S.
Satu Pertanyaan
yang Paling Penting
Kepastian
Abang tidak suka hal-hal yang menggantung. Setelah empat tahun saling mengenal, Abang memberanikan diri untuk berterus terang. Apapun jawaban Tasya, Abang siap menerimanya dengan lapang dada.
Kejujuran
Apa yang Tasya baca di sini adalah Abang yang sebenarnya. Tidak ada persona buatan, tidak ada impression management. Hanya Ijlal — apa adanya.
Rasa Hormat
Apapun keputusan Tasya, itu akan Abang hormati sepenuhnya. Tidak ada tekanan, tidak ada paksaan. Tasya bebas untuk memilih.
Tasya, bolehkah saya menjadi pasanganmu — dan mungkin, menjadi calon suamimu di masa depan?
Abang tidak ingin melompati apapun. Kita mulai sebagai pasangan terlebih dahulu — saling membersamai dan saling menguatkan — lalu jika memang sejalan, melangkah ke jenjang yang lebih serius: pertunangan, dan pernikahan. Abang serius dengan Tasya.
dibuat dengan ❤ dan banyak keberanian
© 2026 Ijlal Aprilijar S. — untuk Tasya Mirza